Salah satu hal penting sebelum melakukan perencanaan kota adalah dengan perencanaan tata guna lahan (land use planning). Rencana ini penting agar setiap lahan mempunyai fungsi dan tujuannya masing-masing untuk aktivitas manusia.Â
Fungsi dari tata guna lahan adalah sebagai dasar perencanaan yang akan menetapkan keputusan-keputusan terkait tentang penataan dari setiap pemanfaatan lahan.Â
Contohnya seperti pembuatan jalan, saluran air bersih dan air limbah, gedung sekolah, pusat kesehatan, taman dan pusat-pusat pelayanan serta fasilitas umum lainnya. Â
Perencanaan kota merupakan suatu desain dan pengaturan penggunaan ruang yang berfokus pada bentuk fisik, fungsi ekonomi, dan dampak sosial dari lingkungan untuk menyelaraskan dengan aktivitas manusia.Â
Jenis Tata Guna Lahan
Dalam teorinya, Chajin dan Kaiser mengemukakan beberapa jenis tata guna lahan, antara lain yaitu sebagai berikut.
1. Lahan Publik
Seperti namanya, lahan publik adalah sebuah lahan yang memiliki fungsi untuk berbagai keperluan publik, misalnya seperti tempat ibadah, area rekreasi, dan rumah sakit.Â
Tata guna lahan ini diperkenankan untuk keperluan komersil, sebab dapat mengganggu aktivitas orang-orang di dalamnya.
2. Lahan Komersial
Jenis tata guna lahan komersial merupakan suatu lahan yang dapat digunakan untuk berbagai bentuk penunjang ekonomi seperti perdagangan maupun perusahaan besar.
3. Lahan Industri
Jenis tata guna lahan yang berikutnya adalah lahan industri. Lahan industri merupakan jenis lahan yang tidak semua daerah memperbolehkan perizinan untuk pembangunannya.Â
Lahan industri setidaknya wajib berada pada jarak yang jauh dari perumahan atau permukiman untuk menghindari terjadinya pencemaran yang bisa mengganggu kesehatan penduduknya.
Pemanfaatan Lahan Komersial
Tata guna lahan dapat dimanfaatkan untuk area komersial sebagai salah satu strategi penting dalam mendorong pertumbuhan ekonomi daerah sekaligus meningkatkan nilai properti.Â
Dengan pengelolaan yang tepat, lahan yang tadinya tidak produktif bisa menjadi pusat aktivitas bisnis, fasilitas olahraga, hingga ruang publik yang memberikan multiplier effect.Â
Di Indonesia, tren pemanfaatan lahan komersial semakin beragam, termasuk munculnya fenomena baru seperti lapangan padel yang sedang digandrungi anak muda perkotaan. Namun, sebelum membahas padel lebih jauh, mari simak jenis-jenis area komersial berikut ini:Â
Jenis-Jenis Area Komersial
Secara umum, pemanfaatan lahan untuk kepentingan komersial dapat dibagi ke beberapa kategori utama:
- Ruko dan Pusat Perdagangan
Lahan dikembangkan menjadi ruko, pasar modern, atau pusat perdagangan yang menampung aktivitas jual beli harian.
- Perkantoran & Coworking Space
Cocok untuk kota besar dengan permintaan tinggi atas ruang kerja, termasuk konsep fleksibel seperti coworking space.
- Hospitality & F&B
Area komersial yang dioptimalkan untuk hotel, restoran, kafe, hingga pusat kuliner.
- Fasilitas Olahraga & Rekreasi
Termasuk gym, lapangan futsal, mini soccer, hingga tren terbaru lapangan padel.
- Mixed-Use Development
Kombinasi antara hunian, retail, perkantoran, dan hiburan dalam satu kawasan, yang biasanya dikembangkan di kota-kota besar.
Tren Pemanfaatan Lahan Komersial
Dalam beberapa dekade, trend akan gaya hidup memiliki perubahan karena perkembangan jaman. Oleh karena itu para developer pun harus menyediakan sarana dan fasilitas yang mampu menangkap keinginan masyarakat untuk memenuhi gaya hidup mereka.Â
Setelah melewati masa pandemi Covid-19 kemarin, kesadasaran untuk hidup sehat dan berolahraga menjadi jauh lebih tinggi dibanding sebelumnya. Hal itu juga yang mempengaruhi gaya hidup saat ini, dimana orang-orang lebih suka tempat komunal di ruang terbuka
Oleh karena itu Lahan Komersial saat ini dimanfaatkan untuk membangun sesuatu yang bisa melakukan olahraga dan ruang terbuka. Berikut adalah potensi pemanfaatan lahan komersial :
Lapangan Padel
Olahraga ini menjadi tren baru di Indonesia. Popularitasnya meningkat karena:
- Ukuran lapangan lebih kecil dibanding tenis, sehingga lahan yang dibutuhkan relatif lebih sedikit.
- Permainan lebih inklusif dan mudah dipelajari oleh berbagai kalangan usia.
- Menjadi magnet komunitas, terutama anak muda dan kalangan profesional perkotaan.
- Menawarkan peluang bisnis yang cukup menjanjikan: bukan hanya sewa lapangan, tetapi juga penyewaan alat, membership, hingga kafe dan retail pendukung.
Dengan karakteristik tersebut, padel sangat cocok sebagai opsi pemanfaatan lahan kosong di kawasan strategis, baik dekat permukiman maupun kawasan bisnis.Â
Community HubÂ
Salah satu area komersial yang juga menarik untuk dikembangkan adalah Community Hub seperti Chillax Sudirman, Jakarta dan Hampton Square, Gading Serpong.Â
Konsep area ini mendukung pertumbuhan bisnis karena bisa menjadi pusat aktivitas orang-orang, karena banyak tersedia fasilitas.Â
Jika melihat salah satu yang terbaru adalah hampton square yang baru diresmikan, tempat inii menawarkan banyak sekali tenant F&B dan ada area untuk hiburannya juga. Sehingga menarik minat banyak orang untuk datang kesana.Â
Rumah Toko (Ruko)Â Â
Pilihan untuk mengembangkan lahan kosong menjadi Ruko masih selalu menjadi pilihan utama bagi para pengembang properti. Karena biayanya yang tidak terlampau mahal dan banyak peminat.Â
Selain itu Ruko memang menawarkan fleksibilitas bagi para pemilik bisnis, karena biayanya yang lebih terjangkau daripada sewa gedung dan lebih dekat dengan pemukiman warga. Sehingga proses transaksi bisa lebih cepat.Â
Lahan Kosong Dalam Daftar Properti HouseJakarta.com
Sebagai contoh nyata, HouseJakarta.com saat ini memiliki beberapa lahan kosong yang dapat dioptimalkan untuk area komersial:
- Jl Joe, Jakarta – lahan seluas ±1,2 hektar, lokasinya dekat cluster perumahan baru dan akses tol.
- Tanjung Barat, Jakarta Selatan – lahan ±5.060 m², berada di kawasan yang berkembang pesat dengan permintaan fasilitas olahraga tinggi.
- Jl Panjang, Jakarta Barat – lahan seluas ±5.000 m², dekat area kampus dan perkantoran, cocok untuk padel court dan community hub.
Ketiga lokasi ini memiliki nilai strategis karena berada di area dengan populasi tinggi dan aksesibilitas yang baik. Jika kamu ingin melihat langsung ketiga lokasi tersebut, hubungi tim Housejakarta untuk jadwalkan janji temu
Pertimbangan Pemanfaatan Lahan Komersial
Sebelum mengubah lahan kosong menjadi area bisnis, ada beberapa hal yang perlu dipertimbangkan:
- Kesesuaian Zonasi: pastikan lahan sesuai peruntukan tata ruang wilayah (RT/RW).
- Potensi Pasar: analisis demografi sekitar, apakah lebih cocok untuk bisnis, retail, F&B, atau olahraga.
- Infrastruktur Pendukung: akses jalan, parkir, listrik, air, hingga keamanan.
- Keberlanjutan Bisnis: tren bisnis jangka panjang, agar investasi tidak hanya mengikuti trend sesaat.
- Dampak Sosial & Lingkungan: keberadaan area komersial harus memberi nilai tambah, bukan menimbulkan masalah bagi masyarakat sekitar.
Penutup
Pemanfaatan lahan untuk area komersial adalah peluang emas yang bisa memberikan dampak ekonomi signifikan, baik bagi pemilik lahan maupun masyarakat sekitar. Dari berbagai jenis area komersial, tren lapangan padel kini menjadi salah satu opsi menarik untuk mengoptimalkan lahan kosong di perkotaan.Â
Dengan contoh konkret lahan kosong yang ada dalam daftar properti HouseJakarta.com, pemanfaatan yang tepat dapat menghadirkan fasilitas olahraga sekaligus pusat interaksi sosial baru.
Pada akhirnya, keberhasilan pemanfaatan lahan sangat bergantung pada perencanaan matang, analisis pasar, dan kesesuaian dengan tata ruang. Jika semua faktor ini diperhatikan, lahan kosong dapat berubah menjadi aset produktif yang berkelanjutan.