Ketahui Tipe Rumah yang Ada di Indonesia

Link berhasil disalin!

Rumah bukan hanya tempat tinggal, tetapi juga refleksi kebutuhan keluarga, gaya hidup, dan kemampuan finansial. Di Indonesia, developer dan pasar properti sangat lazim menggunakan tipe rumah sebagai ukuran standar untuk memasarkan hunian.

Tipe rumah membantu membandingkan rumah satu dengan lainnya tanpa harus melihat desain detail, cukup berdasarkan kapasitas luas bangunan.

Namun, memahami tipe rumah itu tidak sesederhana melihat ukurannya saja. Ada banyak hal yang menentukan apakah sebuah tipe rumah benar-benar cocok: ukuran ruang, jumlah kamar, fungsi ruang, lahan lingkungan, dan fleksibilitas untuk pengembangan ke depan. 

Artikel ini membahas secara mendalam tipe-tipe rumah yang umum di Indonesia, asal usulnya, karakteristik masing-masing, serta tips memilih sesuai kebutuhan sebelum membeli properti rumah.

Asal Usul dan Dasar Penggunaan Tipe Rumah

Tipe rumah dalam konteks properti Indonesia biasanya menunjukkan luas bangunan rumah dalam meter persegi (m²). 

Misalnya rumah tipe 36 berarti luas bangunan sekitar 36 m². Karena angka tersebut lebih mudah dibanding menyebut dimensi panjang × lebar, maka istilah “tipe rumah” menjadi populer.

Menurut perkim, tipe 36 muncul sebagai hasil dari penetapan luas minimum rumah sederhana dalam standar tertentu agar hunian tetap layak huni. 

Rumah dengan luas bangunan 36 m² dianggap cukup untuk keluarga kecil, dengan kapasitas ruang minimal seperti dua kamar tidur, ruang tamu, dan kamar mandi. 

Sumber lain menyebut bahwa developer membedakan tipe rumah menjadi tujuh tipe paling umum: 21, 36, 45, 54, 60, 70, dan 120. 

Setelah mengetahui tipe-tipe rumah, informasi tersebut dapat bermanfaat untuk: 

  • Mengurangi kebingungan konsumen dalam memilih rumah
  • Memudahkan developer menyusun produk hunian dan memetakannya
  • Mempermudah perbandingan harga per m² antar rumah

Tipe Rumah Umum di Indonesia dan Karakteristiknya

1. Tipe 21

Rumah tipe 21 merupakan pilihan paling sederhana dengan luas bangunan 21 m². Biasanya terdiri dari 1 kamar tidur, 1 ruang tamu/keluarga yang terhubung dengan dapur, dan 1 kamar mandi. 

Untuk luas tanah pada tipe rumah 21, biasanya adalah 60 m². Lahan sering kali masih menyediakan sedikit ruang dapur atau carport. 

Tipe ini cocok untuk pasangan muda yang baru menikah atau mereka yang ingin memulai kepemilikan rumah pertama dengan biaya terjangkau. Harga rumah tipe 21 berada di kisaran Rp 60 juta – Rp 300 juta, tergantung lokasi dan fasilitas lingkungan.

2. Tipe 36

Rumah tipe 36 memiliki luas bangunan 36 m², dan merupakan salah satu tipe paling populer di kalangan masyarakat. Dengan luas tanah sekitar 60m² – 72m², rumah ini biasanya memiliki 2 kamar tidur, ruang keluarga, dapur kecil, serta kamar mandi.

Tipe 36 cocok untuk keluarga kecil dengan 1–2 anak. Dengan tata ruang yang efisien, rumah ini menawarkan kenyamanan lebih dibandingkan tipe 21. Harga rumah tipe 36 biasanya berkisar antara Rp 100 juta – Rp 400 juta.

3. Tipe 45

Rumah tipe 45 sering dianggap sebagai tipe rumah “favorit” masyarakat Indonesia. Dengan luas 45 m², rumah ini memiliki 2 kamar tidur, ruang tamu, ruang keluarga, dapur, kamar mandi, serta area teras dan taman yang cukup lega.

Keunggulan utama tipe 45 adalah fleksibilitasnya untuk direnovasi menjadi rumah dua lantai. Banyak keluarga memilih tipe ini karena memberikan keseimbangan antara ukuran yang ideal dan harga yang masih terjangkau, sekitar Rp 200 juta – Rp 500 juta.

4. Tipe 54

Rumah tipe 54 memiliki luas bangunan 54 m². Biasanya terdiri dari 2–3 kamar tidur, ruang tamu, ruang keluarga, dapur, serta halaman yang lebih luas.

Tipe 54 sering kali hadir dalam format dua lantai sehingga cocok bagi keluarga dengan anak lebih dari dua. Harga rumah tipe 54 umumnya berada pada kisaran Rp 300 juta – Rp 800 juta, bergantung lokasi dan kualitas material bangunan.

5. Tipe 60

Dengan luas 60 m², rumah tipe ini biasanya diperuntukkan bagi keluarga mapan yang membutuhkan lebih banyak ruang. Rumah tipe 60 memiliki 3–4 kamar tidur, ruang tamu, ruang keluarga, dapur, teras, dan halaman yang lebih besar.

Banyak tipe 60 yang sudah dilengkapi dengan garasi, selain carport. Harga rumah tipe 60 berkisar antara Rp 400 juta – Rp 900 juta, menjadikannya populer di kalangan kelas menengah ke atas.

6. Tipe 70

Rumah tipe 70 menawarkan luas bangunan 70 m², dengan desain yang bisa lebih variatif. Rumah ini sering memiliki 4–5 kamar tidur dan ruangan pendukung yang lebih besar.

Rumah tipe ini bisa berupa satu lantai atau dua lantai, dengan harga mulai dari Rp 500 juta hingga Rp 2 miliar. Tipe 70 ideal untuk keluarga besar atau mereka yang menginginkan hunian lebih luas dengan kemungkinan renovasi jangka panjang.

7. Tipe 120

Tipe 120 merupakan kategori rumah besar dengan luas 120 m². Biasanya, rumah tipe ini memiliki desain yang lebih eksklusif dengan banyak ruangan: 4–6 kamar tidur, beberapa kamar mandi, ruang kerja, ruang keluarga besar, dapur luas, teras, hingga taman depan dan belakang.

Rumah tipe 120 sering dirancang mengikuti gaya arsitektur modern, klasik, atau minimalis mewah. Harga rumah tipe ini bisa mencapai Rp 2 miliar hingga puluhan miliar rupiah, tergantung lokasi. Tipe 120 menjadi pilihan bagi keluarga mapan atau investor properti yang mencari nilai prestisius sekaligus investasi jangka panjang.

Kategori Rumah Berdasarkan Kelas / Segmentasi

Selain berdasarkan tipe ukuran, rumah juga dikategorikan berdasarkan kelas pasar, seperti:

  • Rumah Sederhana / Minimalis: umumnya tipe 21, 36, 45, dengan luas bangunan < 90 m² dan satu lantai. Digunakan sebagai hunian dasar dengan biaya relatif rendah.

  • Rumah Menengah: luas tanah antara 90–200 m², jumlah kamar lebih banyak, sering dua lantai.

  • Rumah Mewah / Premium: luas bangunan > 200 m², dengan fasilitas istimewa seperti kolam renang, taman besar, garasi luas.

Dengan mengetahui tipe rumah dan kategori rumah, calon pembeli diharapkan lebih mengerti dan bisa menyesuaikan pilihan rumahnya sesuai anggaran dan kebutuhan. 

Faktor Penentu dalam Memilih Tipe Rumah

Berikut aspek yang harus diperhatikan saat memilih tipe rumah:

  1. Kebutuhan keluarga & pertumbuhan anggota keluarga
    Jika berencana punya anak atau sering menerima tamu, pilih tipe lebih besar.

  2. Budget & kemampuan finansial
    Tipe yang lebih besar memerlukan biaya lebih tinggi baik dari DP, cicilan, hingga pemeliharaan.

  3. Luas tanah & kepadatan wilayah
    Di kota besar, lahan terbatas, sehingga tipe rumah kecil atau minimalisl lebih realistis.

  4. Fungsi & rencana renovasi
    Bila ingin menambah lantai atau ruangan, pilih tipe yang punya ruang sisa atau lahan cukup.

  5. Fasilitas & infrastruktur lingkungan
    Apakah akses jalan, listrik, air, drainase memadai? Rumah tipe besar butuh dukungan fasilitas lingkungan yang baik.

  6. Nilai Jual
    Rumah dengan tipe populer (36 atau 45) cenderung lebih mudah dijual kembali dibanding tipe ekstrem kecil atau sangat besar. 

Perbandingan Singkat Antar Tipe Rumah

Tipe Rumah Kelebihan Kekurangan
Tipe 21 Harga sangat terjangkau, mudah perawatan Ruang terbatas, sulit untuk melakukan renovasi
Tipe 36 Populer, balance antara cost & kenyamanan Kurang cocok jika memiliki keluarga besar
Tipe 45 Lebih lega, fleksibel Biaya lebih tinggi, lahan yang lebih luas dibutuhkan
Tipe 54 / 60 Ruang lebih banyak & fleksibilitas Ongkos material & pemeliharaan tinggi
Tipe > 70 / mewah Kenyamanan maksimal & fasilitas lengkap Harga tinggi, biaya perawatan juga besar

Tips Memilih Tipe Rumah yang Tepat

Dalam memilih tipe rumah, jangan hanya terpaku pada ukuran bangunan. Hal yang lebih penting adalah memperhatikan tata ruang, ventilasi, serta akses sinar matahari agar rumah terasa nyaman untuk ditinggali.

Pastikan ukuran rumah yang dipilih sesuai dengan kebutuhan fungsi, misalnya jumlah kamar tidur yang ideal, ruang keluarga yang cukup luas, serta keberadaan ruang servis yang mendukung aktivitas sehari-hari.

Selain itu, perhatikan pula skema lahan. Sisa lahan di belakang atau samping rumah bisa dimanfaatkan untuk taman, area bermain anak, atau rencana pengembangan bangunan di masa depan.

Sebelum memutuskan, sebaiknya periksa denah rumah bersama developer atau arsitek. Hal ini penting untuk memastikan tidak ada ruang yang terbuang sia-sia dan seluruh ruangan dapat dimanfaatkan dengan optimal.

Pertimbangkan juga fleksibilitas untuk melakukan renovasi atau menambah lantai. Tipe rumah yang lebih besar biasanya memberikan keleluasaan lebih besar untuk pengembangan.

Yang terakhir, sesuaikan pilihan rumah dengan anggaran. Jangan sampai cicilan bulanan atau biaya pemeliharaan rumah melebihi kapasitas keuangan, karena hal tersebut justru akan membebani kondisi finansial keluarga di kemudian hari.

Penutup

Tipe rumah di Indonesia sangat beragam, mulai dari tipe sederhana seperti 21 dan 36 hingga tipe besar seperti 70 dan 120. Pemilihan tipe rumah yang tepat akan sangat dipengaruhi oleh jumlah anggota keluarga, kebutuhan ruang, kemampuan finansial, serta gaya hidup.

Bagi pasangan muda, tipe 21 atau 36 bisa menjadi pilihan awal. Untuk keluarga menengah, tipe 45–60 memberikan kenyamanan dan fleksibilitas. Sementara itu, tipe 70 hingga 120 lebih sesuai bagi mereka yang membutuhkan ruang lebih luas dan memiliki daya beli yang lebih tinggi.

Dengan memahami karakteristik tiap tipe rumah, Anda bisa membuat keputusan pembelian properti yang lebih bijak dan sesuai dengan kebutuhan jangka panjang.

 

Kami Membantu Anda Menjual Properti

Mari bicarakan peluang dan temukan manfaat bekerja sama dengan kami. Ambil langkah berikutnya dalam perjalanan Anda di dunia properti.