Ini Cara Mudah Investasi Tanah di Jakarta

harga tanah di jakartaTransaksi jual beli tanah memang tidak bisa sama seperti transaksi jual beli lainnya. Selain karena harganya yang tinggi, perkara jual beli tanah juga melibatkan hukum. Ini sangat penting untuk menghindari sengketa atau sertifikat bodong dan duplikasi sertifikat asli. Info seputar jual rumah Jakarta, rumah dijual di Jakarta Selatan, harga rumah di Jakarta, jual rumah Jakarta Selatan, jual rumah Jakarta Timur, rumah dijual di Jakarta Timur, jual rumah di Jakarta Selatan, rumah dijual di Jakarta Barat, jual tanah murah, apartemen Jakarta, harga apartemen di Jakarta, apartemen Jakarta Selatan, sewa apartemen di Jakarta, apartemen di Jakarta Selatan, sewa apartemen Jakarta Selatan, apartemen di Jakarta Pusat, apartemen murah di Jakarta Pusat, apartemen di Jakarta barat, jual apartement di Jakarta, jual tanah di Jakarta, harga tanah di Jakarta, harus benar-benar dipahami sebelum melakukan transansi.

Karena itu jika telah terjadi kesepakatan antara pembeli dan penjual untuk melakukan jual beli atas sebidang tanah, maka beberapa langkah yang harus ditempuh adalah menyiapkan persyaratan. Untuk penjual harus menyiapkan Sertifikat asli hak atas tanah yang akan dijual, Kartu Tanda Penduduk, Bukti pembayaran Pajak Bumi dan Bangunan, Surat Persetujuan, Kartu Keluarga. Sedangkan di pihak pembeli Kartu Tanda Penduduk, Kartu Keluarga selanjutnya kedua pihak mendatangi kantor Pejabat Pembuat Akta Tanah.

Penjual dan pembeli bersama-sama mendatangi Kantor Pejabat Pembuat Akta Tanah (PPAT) untuk membuat Akta Jual Beli tanah dengan membawa persyaratan yang telah disiapkan sebelumnya. PPAT merupakan pejabat umum yang diangkat oleh Kepala Badan Pertanahan Nasional (BPN) yang mempunyai kewenangan membuat AJB.

Sebelum membuat AJB, PPAT akan melakukan pemeriksaan mengenai keaslian sertifikat ke kantor BPN. Sesuai Pasal 34 PP No. 24 Tahun 1997, lembaga ini akan mengecek keaslian sertifikat berdasarkan peta pendaftaran, daftar tanah, surat ukur, dan buku tanah. Penjual harus membayar Pajak Penghasilan (PPh) apabila harga jual tanah di atas enam puluh juta rupiah. Pembayaran biasanya di Bank yang telah ditunjuk.

Bila isi akta telah disetujui oleh penjual dan calon pembeli maka selanjutnya akta ditandatangani oleh penjual, calon pembeli, saksi-saksi dan PPPAT. Akta dibuat dua lembar asli, satu lembar disimpan di Kantor PPAT dan satu lembar lainnya disampaikan ke Kantor BPN untuk keperluan pendaftaran (balik nama)dan penjual maupun pembeli masing-masing diberikan salinannya. Setelah pembuatan AJB ini selesai, PPAT kemudian akan menyerahkan berkas AJB ke Kantor BPN untuk keperluan balik nama sertifikat. Penyerahan ini harus dilaksanakan selambat-lambatnya tujuh hari kerja sejak ditandatanganinya akta tersebut.

Setelah semua proses selesai, selanjutnya yang harus dilakukan adalah melakukan proses balik nama. Beberapa berkas yang perlu disiapkan diantaranya:

  • Surat permohonan balik nama yang ditandatangani oleh pembeli
  • AJB dari PPAT
  • Sertifikat hak atas tanah penjual
  • KTP pembeli dan penjual
  • Bukti pelunasan pembayaraan Pajak Penghasilan (PPh)
  • Bukti pelunasan pembayaran Bea Perolehan Hak Atas Tanah dan Bangunan.

Setelah berkas tersebut disampaikan ke Kantor BPN, maka pihak BPN akan memberikan tanda bukti penerimaan permohonan balik nama kepada PPAT untuk selanjutnya oleh PPAT tanda bukti penerimaan tersebut akan diserahkan kepada Pembeli. Nama pemegang hak lama (penjual) di dalam buku tanah dan sertifikat dicoret dengan tinta hitam dan diparaf oleh Kepala BPN atau Pejabat yang ditunjuk dan nama pemegang hak yang baru (pembeli) ditulis pada halaman dan kolom yang ada pada buku tanah dan sertifikat dengan dibubuhi tanggal pencatatan dan ditandatangani oleh Kepala Kantor BPN atau pejabat yang ditunjuk.

Category : Blogs

Leave a Reply

About Us

Indonesian property realtor. Serving you with information of apartments for rent, apartments for sale, houses for rent, houses for sale, office for rent, townhouses, commercial and land.

Send to Friend

Email Agent